SEMARANG (03/03/2026) | Dalam rangka memastikan kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan kerja sama pemanfaatan lahan, jajaran Perhutani KPH Semarang bersama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) melaksanakan pengecekan lapangan lokasi tanaman tebu di wilayah Kecamatan Bringin dan Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Sub Seksi Perencanaan Kantor KPH Semarang, Kepala BKPH Tempuran beserta jajaran mantri setempat, serta perwakilan dari PT SGN. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sesuai dengan rencana teknis penanaman, batas petak, luasan areal, serta aspek administrasi dan tata kelola kawasan.
Administratur KPH Semarang melalui Kepala BKPH Tempuran Mujiono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengendalian dan evaluasi atas kerja sama pemanfaatan kawasan hutan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Ia menyampaikan bahwa pengecekan lapangan tersebut penting untuk memastikan rencana penanaman tebu oleh PT SGN telah sesuai dengan ketentuan teknis dan administratif serta tidak mengganggu fungsi pokok kawasan hutan.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan verifikasi titik koordinat, pengecekan kondisi lahan, aksesibilitas, serta kesiapan sarana pendukung. Selain itu, dilakukan pula sinkronisasi data antara dokumen perencanaan dengan kondisi riil di lapangan guna menghindari potensi tumpang tindih maupun kesalahan teknis.
Sementara itu, perwakilan PT SGN Yogi dari PG Rendeng menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan pengecekan bersama ini sebagai bentuk transparansi dan sinergi dalam pelaksanaan kerja sama.
Ia mengapresiasi langkah Perhutani KPH Semarang yang secara aktif melakukan pengecekan lapangan karena hal tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan rencana teknis yang telah disepakati bersama.
Ia menambahkan bahwa PT SGN berkomitmen menjalankan budidaya tebu secara profesional dengan tetap memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan lingkungan di kawasan hutan.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas tebu, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar serta tetap menjaga kelestarian kawasan.
Mantri wilayah Bringin dan Kedungjati turut memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan pengelolaan petak di wilayah kerja masing-masing.
Melalui kegiatan pengecekan ini, Perhutani KPH Semarang menegaskan komitmennya dalam mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan keberlanjutan dalam setiap bentuk kerja sama pemanfaatan kawasan hutan sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian berbasis kemitraan yang tetap selaras dengan fungsi lindung dan produksi hutan. (Smg/Noe)
Editor: Aris
Copyright © 2026