Grobogan – Sebanyak 10 orang tenaga alih daya formasi pembantu mandor tanam yang baru bergabung di Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi mengikuti kegiatan praktek lapangan di Persemaian Sinawah. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembekalan awal untuk memperkuat kompetensi tenaga lapangan sebelum diterjunkan mendukung program reboisasi tahun 2025. Pada Selasa (16/09).
Perlu diketahui, pada penerimaan tenaga alih daya yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, Perhutani KPH Purwodadi menerima total 16 orang tenaga alih daya, yang terdiri dari 10 orang tenaga alih daya bidang tanaman (pembantu mandor tanam) dan 6 orang tenaga alih daya bidang keamanan hutan (pembantu mandor polter).
Pada tahun tanam 2025, Persemaian Sinawah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon ditargetkan memproduksi 126.333 plances bibit jati stek pucuk yang akan digunakan untuk kegiatan reboisasi pada areal seluas 1.746,2 hektar di wilayah kerja KPH Purwodadi. Persemaian seluas 1,2 hektar yang terletak di petak 67E-1 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sinawah ini juga mengembangkan berbagai jenis tanaman lain seperti kayu putih, johar, randu, dan jambu mete sebagai upaya diversifikasi tanaman reboisasi.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (Kasi PSDH), Triana Wahyu Widiastuti, menyampaikan bahwa keterlibatan tenaga alih daya baru di persemaian merupakan langkah strategis untuk membangun SDM lapangan yang siap mendukung target reboisasi.
“Persemaian Sinawah berperan penting dalam menyediakan bibit berkualitas. Melalui praktek lapangan, tenaga alih daya tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga memahami standar kualitas bibit yang harus dipenuhi untuk menjamin keberhasilan reboisasi di lapangan,” jelas Triana.
Sementara itu, Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menambahkan bahwa pengelolaan Persemaian Sinawah tidak hanya berfokus pada jati stek pucuk, tetapi juga tanaman lain yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomi.
“Praktek lapangan ini memberi kesempatan bagi tenaga alih daya baru untuk mengenal lebih dekat proses pembibitan, mulai dari perawatan, seleksi bibit, hingga persiapan pengiriman ke lapangan. Hal ini penting agar mereka siap menjalankan tugas dengan standar yang ditetapkan Perhutani,” terangnya.
Salah seorang tenaga alih daya peserta praktek, Joko Santoso, menyampaikan kesannya selama mengikuti kegiatan.
“Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari Perhutani. Pembelajaran langsung di Persemaian Sinawah memberikan bekal penting bagi kami untuk mendukung kegiatan reboisasi di musim tanam mendatang,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung program reboisasi secara berkelanjutan. Sinergi antara penyediaan bibit unggul, tenaga kerja lapangan yang kompeten, dan pengelolaan hutan yang profesional diharapkan dapat memperkuat peran Perhutani dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekologis dan produktivitas hutan di wilayah Purwodadi.