Grobogan – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan menjaga kelestarian sumber daya hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan perbaikan jembatan penghubung di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (07/10).
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan antara Desa Tanjungharjo menuju Dusun Sepreh dan Dusun Dersemi masuk dalam kawasan hutan Perhutani di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sepreh dan RPH Dersemi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh jajaran petugas Perhutani BKPH Bandung bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tanjungharjo Manunggal serta melibatkan masyarakat sekitar hutan.
Kegiatan perbaikan jembatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perhutani, yang ditujukan untuk membantu peningkatan infrastruktur desa sekaligus memperkuat hubungan antara Perhutani dan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, melalui Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Perhutani dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat desa hutan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
“Perhutani tidak hanya fokus pada pengelolaan sumber daya hutan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Melalui program TJSL ini, kami berharap akses masyarakat menjadi lebih mudah dan kegiatan ekonomi serta sosial di wilayah hutan dapat berjalan lancar. Infrastruktur yang baik akan mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LMDH Tanjungharjo Manunggal, Suhari, mengapresiasi langkah Perhutani yang telah membantu memperbaiki jembatan yang selama ini menjadi jalur utama bagi warga menuju lahan garapan maupun aktivitas ekonomi lainnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani KPH Purwodadi atas perhatian dan bantuannya melalui program TJSL ini. Jembatan ini sangat penting bagi kami karena menjadi akses utama ke lahan hutan dan pertanian dari Dusun Sepreh dan Dorosemi Desa Tanjungharjo. Dengan kondisi jembatan yang lebih baik, kami bisa lebih mudah mengangkut hasil bumi dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Suhari.
Salah satu warga Desa Tanjungharjo, Siti Aminah, juga menyampaikan rasa syukurnya atas adanya kegiatan perbaikan jembatan tersebut.
“Sebelumnya jembatan ini dari kayu yang sudah lapuk dan berlubang, kalau musim hujan jembatan ini licin dan membahayakan karena tidak ada pagar pembatas di pinggir jembatan, apalagi bagi anak-anak yang lewat untuk sekolah. Sekarang sudah jauh lebih aman dan kuat. Kami berterima kasih kepada Perhutani dan LMDH yang sudah peduli dengan kebutuhan warga,” ucapnya.
Melalui kegiatan seperti ini, Perhutani berharap kolaborasi antara pengelola hutan, LMDH, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga menciptakan manfaat nyata bagi kesejahteraan bersama. Dengan semangat “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”, Perhutani terus berupaya menjalankan tanggung jawab sosialnya untuk membangun hubungan harmonis antara pengelolaan hutan dan masyarakat desa hutan demi masa depan yang berkelanjutan. (Mj-A)