Grobogan – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menggelar kegiatan pertemuan bersama mitra pembeli kayu tebangan dalam rangka membahas rencana kerja tahun 2026 sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tebangan tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Wirosari dengan melibatkan tujuh mitra pembeli kayu hasil produksi dari TPK Sambirejo dan TPK Sambirejo wilayah kerja KPH Purwodadi. pada Kamis (06/11)
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Perhutani KPH Purwodadi untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan pendapatan perusahaan dari sektor hasil hutan kayu. Dalam forum ini dibahas capaian produksi dan penjualan kayu tahun 2025 yang dinilai sangat baik. Hingga November 2025, realisasi produksi kayu di wilayah KPH Purwodadi mencapai 12.054,993 m³, dan hampir seluruhnya telah terjual kepada mitra pembeli. Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pasar terhadap kayu hasil produksi Perhutani.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra atas kerja sama yang terjalin baik sepanjang tahun 2025.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dari mitra pembeli kayu atas produk kayu KPH Purwodadi. Meskipun hampir 70% didominasi oleh sortimen AI tapi hingga awal November 2025, serapan pasar dari kayu yang terkapling sebesar 99%. Kami berharap capaian ini bisa lebih baik pada tebangan tahun 2026 nanti. Untuk itu kami melakukan evaluasi bersama dengan Mitra Pembeli kayu, Kepala TPK, Penguji dan jajaran produksi. Hal ini untuk mengetahui potensi serapan pasar kayu dan preferensi dari mitra.” ungkapnya.
Lebih lanjut, Untoro menjelaskan bahwa total rencana tebangan kayu pada tahun 2026 di wilayah KPH Purwodadi mencapai 17.767,833 m³. Ia berharap para mitra tetap menjadi bagian penting dalam mendukung penyerapan hasil produksi agar performa perusahaan terus meningkat.
Sementara itu Penguji Tk. I Perhutani KPH Purwodadi, Suhariyoto, menambahkan bahwa pelaksanaan tebangan tahun 2026 akan menyesuaikan dengan ketentuan SNI terbaru terkait ukuran panjang dan diameter batang.
“Mulai tahun depan, sistem tebangan akan mengacu pada standar SNI terbaru agar hasil tebangan lebih seragam dan efisien. Kami menerima masukan dari mitra kayu atas pembagian batang dan pengujian dan siap menyesuaikan kebutuhan industri dan permintaan pasar” jelasnya.
Dari pihak mitra, Lilik, salah satu pembeli kayu yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan profesionalisme Perhutani dalam menjalin kemitraan usaha.
“Kami berterima kasih kepada Perhutani KPH Purwodadi yang selalu terbuka dalam membangun kerja sama. Dengan adanya forum seperti ini, kami bisa berdiskusi langsung mengenai kebutuhan pasar dan rencana produksi, sehingga kerja sama ke depan bisa semakin efektif dan saling menguntungkan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka antara jajaran manajemen KPH Purwodadi dan para mitra, membahas strategi peningkatan efisiensi produksi, penyesuaian kualitas kayu, serta upaya bersama menjaga keberlanjutan sumber daya hutan. Melalui pertemuan ini, diharapkan kolaborasi antara Perhutani dan mitra dapat terus diperkuat untuk mewujudkan kinerja produksi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi semua pihak. (Mj-A)
Editor : Aris