PEKALONGAN BARAT, BREBES RAYA (20/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bantarkawung menjalin koordinasi strategis dengan Pemerintah Desa Banjarsari guna melakukan pemantauan dan memperkuat pengamanan kawasan hutan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjarsari BKPH Bantarkawung. Koordinasi tersebut dilanjutkan dengan pemasangan banner larangan dan imbauan bersama. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, serta di petak-petak pangkuan yang dinilai strategis dan rawan, pada Selasa (20/01).
Kegiatan bersama ini dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat melalui Asper/Kepala BKPH Bantarkawung yang diwakili oleh Kepala RPH Banjarsari beserta jajaran, serta Kepala Desa Banjarsari beserta perangkat desa. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektoral dalam menghadapi potensi gangguan keamanan hutan (gukamhut), antisipasi bencana alam, serta pengamanan wilayah rawan.
Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat melalui Asper/Kepala BKPH Bantarkawung yang diwakili Kepala RPH Banjarsari, Wasisto, menyampaikan bahwa sinergi para pihak ini dibangun dalam rangka pengamanan hutan secara preventif serta antisipasi bencana alam seperti pohon tumbang dan tanah longsor, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan manusia. Kerja sama antara Perhutani dan pemerintah desa merupakan langkah strategis dalam menjaga kelestarian dan kedaulatan kawasan hutan, serta keamanan masyarakat sekitar.
“Dukungan dari Pemerintah Desa Banjarsari sangat penting dalam upaya mengantisipasi gangguan keamanan hutan dan mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan secara legal dan produktif. Bersama pemerintah desa, selain melakukan koordinasi pengamanan hutan di wilayah Desa Banjarsari, kami juga melaksanakan pemantauan serta pemasangan banner imbauan dan antisipasi bencana alam, termasuk pemasangan banner larangan memasuki kawasan Curug Tonjong di petak 77d1 RPH Banjarsari karena lokasi tersebut sangat dalam dan berbahaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Armas, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi kewilayahan dalam rangka menjaga keamanan hutan dan meningkatkan sinergi antarinstansi. Menurutnya, kegiatan koordinasi, pemantauan, dan pemasangan banner imbauan ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah desa terhadap pengamanan kawasan hutan yang berada di wilayah desanya.
“Kolaborasi ini tidak hanya berkaitan dengan pengamanan hutan, tetapi juga menyisir lokasi-lokasi rawan terjadinya kecelakaan manusia. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang menjadi tanggung jawab desa. Ke depan, kami berharap sinergi ini terus diperkuat demi mewujudkan kawasan hutan yang aman, lestari, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya. (Pkb/Sgy)
Editor: Aris
Copyright © 2026