PEKALONGAN TIMUR (23/01/2026) | Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui BKPH Doro menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani bencana alam berupa tanah longsor yang mengganggu akses jalan menuju kawasan Petungkriyono, Rabu (21/01). Peristiwa longsor tersebut menyebabkan material tanah dan bebatuan menutup sebagian badan jalan sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Asper BKPH Doro Slamet Supriyanto turun langsung ke lokasi untuk memimpin kegiatan evakuasi material longsor. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong bersama Kepala Desa Tinalum Moh. Yahya, unsur perangkat desa, serta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang diwakili oleh Roib. Sinergi lintas sektor tersebut dilakukan guna mempercepat proses pembersihan material longsor dan memulihkan kembali akses jalan yang terdampak.
Proses evakuasi dilakukan dengan membersihkan timbunan tanah, batu, serta material kayu yang menutup badan jalan. Petugas juga memastikan kondisi sekitar lokasi tetap aman dari potensi longsor susulan. Selain itu, dilakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan longsor di sepanjang jalur Petungkriyono mengingat intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Asper BKPH Doro Slamet Supriyanto menyampaikan bahwa keterlibatan langsung jajaran Perhutani merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kawasan Petungkriyono memiliki potensi kerawanan bencana, khususnya pada musim hujan, sehingga Perhutani KPH Pekalongan Timur berkomitmen untuk selalu hadir dan tanggap dalam membantu penanganan bencana demi keselamatan bersama.
Sementara itu, Kepala Desa Tinalum Moh. Yahya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat yang dilakukan oleh Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui BKPH Doro. Menurutnya, kehadiran langsung Asper beserta jajaran sangat membantu percepatan penanganan longsor sehingga akses jalan dapat segera difungsikan kembali oleh masyarakat.
Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Roib menambahkan bahwa kolaborasi antara Perhutani, pemerintah desa, dan instansi teknis sangat penting dalam penanganan bencana, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis perbukitan dan kawasan hutan. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan ke depan.
Melalui kegiatan tanggap cepat evakuasi longsor ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung keselamatan masyarakat, menjaga kelancaran akses transportasi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana alam di wilayah Petungkriyono dan sekitarnya. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Aris
Copyright © 2026