Dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah hutan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan bencana alam pada musim penghujan, jajaran Perhutani BKPH Sambirejo KPH Purwodadi bersama masyarakat melaksanakan kegiatan penjagaan di pos bayangan petak 157 RPH Godan, pada Selasa (27/01).
Kegiatan penjagaan tersebut melibatkan petugas BKPH Sambirejo bersama warga masyarakat sekitar hutan Desa Godan. Selain sebagai langkah pengamanan kawasan hutan dari aktivitas yang berpotensi merusak, kegiatan ini juga difokuskan pada antisipasi bencana musim penghujan, seperti pohon tumbang, longsor, serta gangguan akses jalan di sekitar kawasan hutan.
Sinergi antara Perhutani dan masyarakat ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian hutan sekaligus keselamatan lingkungan sekitar. Dengan adanya pos bayangan, petugas dan warga dapat melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi hutan serta segera mengambil langkah cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa kegiatan penjagaan ini merupakan bagian dari strategi preventif Perhutani dalam menjaga keamanan hutan dan mengurangi risiko bencana di musim penghujan.
“Penjagaan di pos bayangan ini bertujuan untuk memastikan wilayah hutan tetap aman dan kondusif, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti pohon tumbang atau gangguan alam lainnya. Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat Desa Godan yang turut serta menjaga hutan bersama-sama,” ujar Susilo.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menciptakan sistem pengamanan hutan yang kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, salah satu warga Desa Godan, Supaidi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan hutan yang aman dan terjaga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kami siap membantu Perhutani menjaga hutan karena hutan ini juga menjadi bagian dari kehidupan kami. Dengan adanya penjagaan bersama, kami merasa lebih tenang, apalagi di musim hujan yang rawan pohon tumbang atau bencana lainnya,” ungkap Supaidi.
Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara petugas kehutanan dan masyarakat desa hutan, guna mewujudkan kawasan hutan yang aman, lestari, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.