Dalam upaya mendukung keberhasilan program agroforestri tebu di kawasan hutan, jajaran petugas BKPH Jatipohon bersama petugas Pabrik Gula (PG) Rajawali melaksanakan kegiatan peninjauan lapangan di petak 87B-1 RPH Jangglengan BKPH Jatipohon KPH Purwodadi pada Minggu (01/03).
Petak 87B-1 RPH Jangglengan tersebut memiliki luas 7,2 hektare dan menjadi salah satu lokasi pengembangan agroforestri tebu di wilayah BKPH Jatipohon. Kegiatan peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tebu tumbuh optimal, sekaligus mengevaluasi perawatan, pemupukan, serta kesiapan lahan dalam mendukung produktivitas tanaman.
Program agroforestri tebu ini merupakan kemitraan antara Perhutani KPH Purwodadi dan Koperasi Warga Perhutani (KWPHT) dengan menggandeng PG Rajawali sebagai mitra pengolahan dan pendampingan teknis budidaya. Skema ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan lahan di bawah tegakan dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa monitoring rutin menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program.
“Melalui kegiatan peninjauan ini, kami ingin memastikan bahwa budidaya tebu di petak 87B-1 seluas 7,2 hektare berjalan sesuai rencana. Tanaman harus terawat dengan baik agar produktivitas maksimal, namun tetap memperhatikan kaidah konservasi dan kelestarian hutan. Sinergi antara Perhutani, KWPHT, dan PG Rajawali menjadi faktor utama keberhasilan agroforestri ini,” ujar Tutut.
Ia menambahkan bahwa program agroforestri tebu tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan agar memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan dari PG Rajawali, Kevin, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung keberhasilan kemitraan tersebut.
“Kami dari PG Rajawali memberikan pendampingan teknis budidaya agar kualitas tebu memenuhi standar pabrik. Dengan pengelolaan yang baik di lahan seluas 7,2 hektare ini, kami optimistis hasil panen dapat maksimal dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat,” ungkap Kevin.
Dengan adanya kegiatan peninjauan ini, diharapkan agroforestri tebu di BKPH Jatipohon semakin berkembang, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat mitra, serta tetap menjaga kelestarian fungsi hutan secara berimbang.
Editor : Aris