SEMARANG (16/02/2026) | Dalam rangka menjaga kondusivitas kawasan hutan selama libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang meningkatkan intensitas patroli pengamanan di seluruh wilayah kerjanya.
Peningkatan patroli ini merupakan langkah preventif dan antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan hutan yang cenderung meningkat saat masa libur panjang. Beberapa kerawanan yang diwaspadai antara lain pencurian kayu, perambahan kawasan, perburuan liar, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan akibat kelalaian aktivitas masyarakat.
Administratur KPH Semarang Misa Ekaristi menjelaskan bahwa kegiatan patroli difokuskan pada petak-petak rawan gangguan keamanan, jalur akses keluar-masuk kawasan hutan, serta titik-titik yang berbatasan langsung dengan permukiman warga dan area dengan intensitas aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Momentum libur Imlek identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan wisata, kunjungan keluarga, maupun aktivitas lainnya. Untuk itu, kami mengintensifkan patroli rutin agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini dan tidak berkembang menjadi pelanggaran yang merugikan negara,” ujarnya.
Patroli dilaksanakan secara berkala oleh jajaran Polisi Kehutanan bersama petugas lapangan Perhutani dengan metode patroli mobile dan pemeriksaan stasioner pada titik-titik strategis. Selain menyisir kawasan hutan produksi dan hutan lindung, petugas juga melakukan pengecekan kondisi tegakan, pal batas, papan larangan, serta sarana dan prasarana pengamanan hutan guna memastikan seluruh perangkat pengamanan berfungsi optimal.
Dalam setiap kegiatan patroli, petugas turut memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat sekitar hutan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak kelestarian hutan, seperti penebangan liar, pembukaan lahan tanpa izin, maupun menyalakan api secara sembarangan. Pendekatan persuasif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Administratur KPH Semarang Misa Ekaristi menegaskan bahwa pengamanan hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, melainkan memerlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan. Apabila menemukan indikasi gangguan keamanan, kami harap dapat segera dilaporkan kepada petugas terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Ketua LMDH Wana Lestari KPH Semarang Sutrisno menyampaikan harapannya agar kegiatan patroli yang dilakukan Perhutani dapat terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya pada saat momentum hari libur, tetapi juga dalam kegiatan pengamanan sehari-hari.
“Kami dari LMDH siap mendukung upaya pengamanan hutan yang dilakukan Perhutani. Harapan kami, sinergi antara Perhutani dan LMDH semakin kuat sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga hutan. Dengan pengamanan yang konsisten dan kolaborasi yang baik, kawasan hutan di wilayah KPH Semarang dapat tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkap Sutrisno.
Hingga pelaksanaan patroli berlangsung, situasi keamanan di wilayah kerja KPH Semarang terpantau aman dan terkendali. Perhutani berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengamanan hutan melalui patroli intensif, pengawasan berkelanjutan, serta sinergi dengan masyarakat guna memastikan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi kawasan hutan tetap terjaga secara optimal selama periode libur Imlek maupun seterusnya. (Smg/Noe)
Editor: Aris
Copyright © 2026