Dalam upaya menjaga kelestarian hutan serta mencegah potensi bencana alam pada musim penghujan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama Kepolisian melaksanakan kegiatan pembinaan kepada masyarakat hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (26/01) di wilayah petak 65C1 RPH Sinawah, BKPH Jatipohon, KPH Purwodadi, Desa Brati, Kecamatan Grobogan.
Kegiatan pembinaan diikuti oleh jajaran BKPH Jatipohon, personel Polsek Grobogan, serta masyarakat pesanggem yang selama ini turut mengelola lahan di kawasan hutan. Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan, mencegah perusakan kawasan hutan, serta mengantisipasi risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan, khususnya pada musim penghujan.
Materi pembinaan meliputi tata kelola lahan di kawasan hutan yang ramah lingkungan, larangan pembakaran lahan, kewaspadaan terhadap illegal logging, serta pentingnya sinergi antara Perhutani, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta keberlanjutan fungsi hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Hutan tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Melalui kegiatan pembinaan ini, kami berharap masyarakat pesanggem semakin memahami pentingnya menjaga hutan agar tetap lestari serta terhindar dari bencana pada musim penghujan. Sinergi antara Perhutani, kepolisian, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ungkap Tutut.
Sementara itu, Kapolsek Brati, Kompol I Ketut Sudiartha, menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung upaya Perhutani menjaga keamanan dan kelestarian hutan.
“Kami dari Kepolisian siap bersinergi dengan Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai gangguan keamanan. Pembinaan ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga hutan berarti menjaga keselamatan lingkungan dan kehidupan masyarakat itu sendiri,” tegasnya.
Perwakilan masyarakat pesanggem, Suparmin, menyampaikan apresiasi atas kegiatan pembinaan yang dilaksanakan oleh Perhutani dan Kepolisian.
“Kami sebagai pesanggem merasa terbantu dengan adanya pembinaan ini. Kami jadi lebih paham cara mengelola lahan dengan benar tanpa merusak hutan. Harapannya, hutan tetap lestari dan kami juga bisa terus memanfaatkannya secara legal dan bertanggung jawab,” ujar Suparmin.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terjalin hubungan yang semakin harmonis antara pengelola hutan, aparat keamanan, dan masyarakat sekitar hutan, demi terciptanya kawasan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan