KEDU UTARA, MAGELANG (18/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Utara melaksanakan kegiatan edukasi preventif kepada masyarakat Desa Keditan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang berada di kawasan hutan wilayah Resort Pemangkuan Hutan Srandil, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ambarawa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan hutan, meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, serta pengelolaan sampah di kawasan hutan yang terdapat objek wisata. Kegiatan dilaksanakan pada Senin (16/02).
Dalam kegiatan tersebut, petugas Perhutani memberikan pemahaman kepada warga dan pesanggem mengenai potensi gangguan keamanan hutan, termasuk risiko kebakaran hutan saat cuaca ekstrem serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi juga menekankan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di kawasan hutan karena dapat merusak ekosistem dan mengganggu kenyamanan pengunjung.
Di wilayah ini terdapat objek wisata Kampung Pinus yang menjadi salah satu daya tarik masyarakat dan wisatawan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi perhatian penting agar kawasan tetap terjaga kelestariannya sekaligus memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung.
Kegiatan juga diisi dengan dialog bersama masyarakat untuk mendengarkan masukan serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan. Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan dan penyangga lingkungan.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Ambarawa Herman Sutrisno menyampaikan bahwa kegiatan edukasi preventif merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam meminimalisasi potensi gangguan keamanan hutan sekaligus meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan.
“Melalui kegiatan ini, Perhutani mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan hutan, meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di sekitar kawasan wisata,” ujar Kepala BKPH Ambarawa Herman Sutrisno.
Perwakilan pesanggem Sugeng menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan Perhutani. Ia menilai edukasi tersebut memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar hutan.
“Kami siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga kebersihan dan keamanan hutan. Dengan adanya edukasi ini, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kawasan hutan agar tetap lestari,” ungkap Sugeng.
Melalui kegiatan edukasi preventif ini, diharapkan masyarakat Desa Keditan semakin peduli terhadap kondisi lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan kawasan wisata dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan hutan akibat faktor cuaca maupun aktivitas manusia. Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Kdu/Nurul)
Editor: Aris
Copyright © 2026