Grobogan – Dalam upaya meningkatkan produksi kayu sekaligus memastikan kegiatan tebangan berjalan sesuai ketentuan, jajaran manajemen Perhutani KPH Purwodadi melaksanakan kegiatan pembinaan kepada kru tebangan di petak 24E RPH Terkesi, wilayah BKPH Penganten, pada Senin (15/12).
Kegiatan pembinaan tersebut dipimpin oleh Wakil Administratur KPH Purwodadi bersama jajaran BKPH Penganten dan diikuti oleh tenaga tebangan yang berasal dari masyarakat sekitar hutan Desa Terkesi. Pembinaan difokuskan pada pemahaman teknis tebangan, keselamatan kerja, disiplin pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan hutan lestari.
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembinaan kru tebangan merupakan langkah penting untuk mendukung target produksi kayu yang optimal tanpa mengesampingkan aspek kelestarian hutan.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap seluruh tenaga tebangan memahami standar kerja yang benar, mulai dari teknik penebangan, keselamatan kerja, hingga menjaga kondisi lingkungan hutan. Dengan kerja yang tertib dan sesuai aturan, produksi kayu dapat meningkat dan tetap berkelanjutan,” ujar Henry.
Sementara itu, Kepala BKPH Penganten, Arie Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan juga bertujuan memperkuat sinergi antara Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan yang terlibat langsung sebagai tenaga tebangan.
“Kami ingin memastikan seluruh kru tebangan bekerja secara profesional, aman, dan bertanggung jawab. Selain itu, keterlibatan masyarakat sekitar hutan menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan hutan yang produktif dan berkesinambungan,” jelas Arie.
Salah satu tenaga tebangan, Supardi, mengaku menyambut baik adanya pembinaan langsung dari jajaran manajemen Perhutani.
“Dengan adanya pembinaan ini, kami jadi lebih paham cara kerja yang benar dan aman. Kami juga merasa diperhatikan, sehingga bisa bekerja lebih baik dan mendukung keberhasilan produksi kayu,” ungkap Supardi.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap kinerja kru tebangan semakin meningkat, produksi kayu dapat tercapai sesuai target, serta pengelolaan hutan tetap mengedepankan prinsip kelestarian dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Editor : Aris