PURWODADI, (03/03/2026) | Menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, jajaran petugas Perhutani BKPH Penganten KPH Purwodadi melaksanakan penjagaan di Pos Penanggulangan Bencana BKPH Penganten bersama masyarakat, Selasa (03/03).
Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada upaya mitigasi dan respons cepat terhadap kemungkinan terjadinya bencana, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan kawasan hutan selama bulan Ramadhan.
Petugas gabungan yang terdiri dari unsur Perhutani dan masyarakat setempat secara bergiliran melaksanakan piket di pos siaga. Selain memantau kondisi cuaca dan wilayah rawan, mereka juga melakukan patroli rutin di sekitar kawasan hutan untuk mengantisipasi gangguan keamanan hutan (gukamhut), seperti pencurian kayu maupun aktivitas ilegal lainnya yang berpotensi meningkat pada momen tertentu.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Arie Gunawan, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi masyarakat sekitar dari potensi bencana.
“Memasuki musim penghujan, kami meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan petugas di Pos Penanggulangan Bencana. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam serta menjaga keamanan hutan, terlebih di bulan Ramadhan ini. Kami ingin memastikan kawasan hutan tetap aman dan kondusif,” ungkap Arie Gunawan.
Ia menambahkan bahwa keberadaan pos siaga ini juga menjadi pusat koordinasi apabila terjadi keadaan darurat, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, Jasmani, salah satu warga yang turut serta dalam kegiatan penjagaan, mengaku siap mendukung langkah Perhutani dalam menjaga hutan dan lingkungan sekitar.
“Kami sebagai masyarakat sekitar hutan merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga. Dengan adanya pos siaga ini, kami bisa bersama-sama memantau kondisi lingkungan. Harapannya, jika ada potensi bencana atau gangguan keamanan hutan, bisa segera ditangani,” ujar Jasmani.
Melalui kegiatan penjagaan terpadu ini, Perhutani berharap tercipta situasi yang aman dan kondusif di kawasan hutan BKPH Penganten selama musim penghujan dan bulan Ramadhan, sekaligus memperkuat kemitraan antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.
Editor : Aris