PURWODADI, (03/03/2026) | Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Jatipohon melaksanakan sosialisasi persiapan musim tanam tahun 2026 di petak 65C-1 RPH Sinawah, BKPH Jatipohon, pada Selasa (03/03). Kegiatan ini dilakukan di lahan seluas 6,1 hektare dan diikuti oleh sejumlah pesanggem serta masyarakat desa sekitar kawasan hutan.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pesanggem terkait rencana teknis penanaman, jenis tanaman yang akan ditanam, pola tanam tumpangsari, serta kewajiban dan hak dalam pengelolaan lahan Perhutani. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan melalui kegiatan reboisasi yang berkelanjutan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa Perhutani secara konsisten melaksanakan reboisasi sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga kelestarian sumber daya hutan.
“Setiap tahun Perhutani melaksanakan kegiatan reboisasi sebagai upaya menjaga keberlanjutan fungsi hutan, baik fungsi ekologis, sosial, maupun ekonominya. Melalui persiapan musim tanam 2026 ini, kami berharap sinergi dengan pesanggem semakin kuat sehingga tanaman pokok dapat tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang,” ujar Tutut.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat sekitar hutan menjadi kunci keberhasilan penanaman. Dengan pola pengelolaan bersama, diharapkan keseimbangan antara kelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
Sementara itu, Kepala RPH Sinawah menegaskan bahwa petak 65C-1 telah dipersiapkan secara teknis, mulai dari pembersihan lahan, pembuatan jalur tanam, hingga perencanaan distribusi bibit.
“Kami sudah melakukan pengecekan lapangan dan pemetaan kebutuhan bibit. Harapannya, saat musim hujan tiba, proses penanaman bisa langsung dilaksanakan sesuai jadwal sehingga tingkat keberhasilan tumbuh tanaman bisa maksimal,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari para pesanggem. Supardi, salah satu pesanggem warga desa sekitar, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut.
“Kami merasa dilibatkan dan diberi penjelasan secara terbuka. Dengan adanya reboisasi ini, kami tidak hanya mendapatkan kesempatan mengelola lahan secara tumpangsari, tetapi juga ikut menjaga hutan agar tetap lestari untuk anak cucu kami,” ungkap Supardi.
Melalui kegiatan persiapan musim tanam ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelestarian hutan melalui program reboisasi yang terencana dan partisipatif, sekaligus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat sekitar kawasan hutan.
Editor : Aris